Senin, 17 November 2008

Cerita yang tidak sempat diresensi

Buat ngisi blog sambil nunggu resensi berikutnya selese, aku mau pasang daftar buku yang ceritanya ga sempet aku resensi. Dan mungkin bakal lama sampe aku resensi lagi. Buku2 ini aku bagi jadi dua kategori, yang memuaskan dan yang tidak.

Tidak memuaskan:
Pinissi; Kisah Orang-Orang Setinggi Lutut.
Buku ini ga selese aku baca semata karena gaya ceritanya seperti sebuah dongeng untuk anak-anak. Yang mungkin juga jadi target market dari sang pengarang. Dan karena aku udah ga tertarik sama dongeng buat anak-anak, kayanya wajar kalo aku ga terlalu suka sama buku ini.

Candikala; Misteri Pulung Gantung
Kalo disuruh jelasin kenapa aku ga suka buku ini, aku bakal bilang "Tertipu endorser." Endorser di bagian belakang buku, yang membuatku tertarik membaca dan membeli bukunya, ternyata jauh berbeda dengan isi buku yang aku baca. Kesemua endorser itu berisi pujian kepada penulis, bagaimana mereka tidak bisa meletakkan bukunya setelah mulai membaca. Tapi aku justru merasa sangat bosan dan kecewa membaca Candikala ini. Benar-benar tidak worth it dengan uang yang aku keluarkan untuk membeli. Begitu banyak kesalahan dalam penulisan kalimat dan dialog sehingga membuatku berpikir, apa pantas diberi pujian setinggi itu?

Shalahuddin Al-Ayyubi
Masalah utama aku ga selese baca buku ini, karena buku ini tidak membuatku merasa "bergairah" untuk terus membaca. Data-data sejarah sang pengarang mungkin sangat banyak dan mencukupi, tapi aku tidak merasa tertarik untuk membaca sampai akhir.

Memuaskan:
Harry Potter series
Eragon
Eldest
The Old Man and The Sea
Golden Compass
Banyak buku, dengan satu alasan: Kesemua buku-buku ini membuatku serasa tertarik masuk kedalam dunia mereka, sehingga aku tidak merasa sedang membaca buku tapi seperti sedang mengikuti kisah perjalana sang tokoh utama dari awal hingga akhir. Membaca buku2 ini, serasa seperti sedang melihat sebuah film.

2 komentar:

Mantoel Toeink mengatakan...

Trilogi His Dark Materials (The Golden Compass, The Subtle Knife, The Amber Spyglass) emang top kok ternyata! :D

Gw masih dalam proses menuntaskan baca The Amber Spyglass. Biarpun yang pas buku kedua, The Subtle Knife, gw agak antipati karena adanya kejadian aneh di luar logika, begitu masuk ke buku ketiga, langsung dah gak pengen berhenti baca!

(sayangnya, krn ada tugas, harus ditunda)

Eragon kok elu malah suka...? Gw malah gak suka ama yg satu itu krn kelewat mirip ama Star Wars dan merupakan "trilogi gadungan".

Hehe.

Danny mengatakan...

Ah, makasih udah mau dateng n baca resensi yang aku tulis. Seneng rasanya kalo ada temen baru dari hasil nge-blog.

Golden Compass emang bagus banget, cuman aku masih belum baca lanjutannya. Sekarang lagi nglanjutin baca novel lain.

Soal Eragon itu, well selera orang beda2 kan? Aku waktu pertama baca ga sadar kalo Eragon itu emang mirip sama Star Wars (padahal aku juga suka sama Star Wars). Tapi yang bikin aku suka Eragon itu bukan dari jalan ceritanya, tapi dari detail cerita yang dibuat Paolini di Eragon-nya dia itu. Aku bisa ngliat jelas semua yang ada di bukunya gara2 detail yang dia tulis itu.