Senin, 22 Desember 2008

The Old Man and The Sea

Oke, aku tau dulu aku pernah bilang ini cerita mungkin ga aku resensi, tapi rasanya ga tahan juga kalo mbiarin buku bagus kaya gini ga disebar ke orang lain. Lagian, produksi baca buku sekarang lagi berkurang, jadi aku kirim ini aja dulu.


Sampul
Sampul dari karya masterpiece buatan Ernest Hemingway ini cukup sederhana, gambar seekor ikan pedang dengan sirip yang luar biasa besar sedang melompat keluar dari dalam air. Background-nya putih, sementara warna air lautnya sendiri dibagi menjadi tiga warna biru yang berbeda-beda. Cukup sederhana dan juga cukup menggambarkan isi ceritanya tentang perjuangan seorang nelayan tua menangkap ikan raksasa. Nama pengarang di bagian atas dicetak dengan huruf berwarna emas yang keren dengan ukuran yang hampir sama dengan ukuran huruf judulnya sendiri, sepertinya memang untuk menonjolkan nama Hemingway sendiri. Satu tambahan terakhir dari sampul depan novel ini adalah sebua stempel karya Masterpiece warna merah yang memang cocok diberikan pada novel ini.

Sementara di sampul belakang tidak tertulis sinopsis singkat novel ini. Tidak juga berisi endorsement dari orang-orang penting tentang betapa dahsyatnya karya Hemingway ini, melainkan berisi pencapaian prestasi Hemingway dalam dunia tulis menulis, antara lain hadiah Pulitzer pada tahun 1953; Award of Merit Medal for Novel dari American Academy of Letters juga pada tahun 1953; dan penghargaan paling bergengsi dalam dunia kepenulisan, yakni Nobel Sastra pada tahun 1954! Sebuah bukti kedahsyatan karya Hemingway. Ditambah juga sedikit pujian penerbit atas eksekusi Hemingway dalam penulisan novelnya ini.

Main Story
Cerita dalam buku ini sebenarnya sederhana, perjuangan mati-matian seorang nelayan tua dalam menangkap ikan, dimana sebelumnya selama sekitar 84 hari dia tidak pernah menangkap satupun ikan. Santiago, nama nelayan tua itu, sangat ingin mendapatkan ikan walau cuma seekor demi mengakhiri nasib buruknya. Di permulaan buku, dia sering sekali berkata kalau nasib sialnya akan hilang dalam 84 hari, dan pada hari ke 85 nasib baiknya akan muncul lagi. Pada hari ke 85 Santiago akhirnya berlayar sendirian ke lautan yang lebih jauh dan dalam dari laut yang biasa dilayarinya sendirian. Tanpa bantuan dari seorang bocah laki-laki yang bertekad ingin membantunya di hari ke 85-nya.

Singkat cerita, Santiago mulai memancing, beberapa kail sekaligus. Awalnya ia tidak mendapat apa-apa, samai akhirnya keberuntungan yang ditunggu-tunggunya itu datang juga. Seekor ikan yang luar biasa besar menangkap umpannya dan kail pancingnya terus terkait pada mulut ikannya. Santiago akhirnya harus berjuang habis-habisan menarik sang ikan sampai dia berhasil diangkut ke atas kapalnya, walaupun ikan itu telah menariknya sampai tiga hari tiga malam di atas kapalnya!

Ceritanya dalam novelette ini bukan tentang penyelamatan dunia ataupun pencarian jati diri melainkan tentang perjuangan. Bagaimana semangat dan sikap keras kepala Santiago terus menyala dalam dirinya selama tiga hari di atas lautan bersama ikan yang ganas. Diakhiri dengan ending yang sangat pas pula. Sangat puas rasanya membaca novelette satu ini.

Gaya Penulisan
Aku nggak bisa bilang apa-apa soal gaya penulisannya selain gaya penulisannya benar-benar hebat dan dahsyat. Aku tidak bisa menemukan satupun kekurangan dalam gaya penulisannya karena memang tidak merasa sedang membaca buku. Seringkali adegan-adegan dalam buku ini terbayang dalam kepala seperti sedang melihat film. Cara Hemingway membawa pembaca dari halaman awal cerita sampai halaman akhirnya, wlaaupun tidak dibagi dalam bab-bab, membuatku tidak bisa melepaskan buku ini sampai jauh tengah malam. Belum lagi monolog Santiago ketika di tengah lautan, sendiri, dan berharap dia membawa garam.

Singkat kata, buku yang harus dibaca oleh semua orang, apalagi yang ingin belajar cara membuat cerita yang dahsyat. Kalaupun harus kucari kelemahannya, itu mungkin ada di terjemahan dan beberapa istilah kapal yang aku ga tau, tapi ga terlalu mempengaruhi keasyikan membaca kok. Oh, ya, dan harga yang terlalu murah. Karya luar biasa seperti dijual cuma dengan harga Rp 31.000 padahal ada banyak buku lain yang kualitasnya ga seberapa dibanding buku ini dijual dengan harga yang jauh lebih mahal, padahal kalau buku ini dijual dengan harga yang lebih mahal juga setimpal kok dengan kualitasnya.

Skor: 4,5/ 5

1 komentar:

Mantoel Toeink mengatakan...

Yah, gak kebayang deh kehebatan kovernya.

Saran dung, lain kali kalo bisa di-posting juga kovernya, jadi org bisa ngeliat dan menilai sendiri juga. :D

Hehe.